.                               KERJA KERAS, KERJA CERDAS, UTAMAKAN PRIORITAS                                     . .                          APABILA ANDA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN KAMI, SILAKAN HUBUNGI KONTAK EMAIL : rsud@semarangkota.go.id, TELP : 024-6711500 ext 127              .                    SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                                                        RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                   SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                             RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                       SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                          

Stop Rokok Agar Bayi Cerdas

13-11-2013 15:19 WIB
Admin

Rokok Anda atau pasangan terus 'ngebul' saat hamil? Perkembangan jaringan saraf dan pendewasaan intelektual anak bisa terganggu.

Penelitian yang digelar oleh Brazelton Neonatal Behavioral Asssessment Scal, AS membuktikan bahwa jika sang ibu menghisap rokok saat mengandung, akan berdampak jangka menengah dan panjang bagi anak nantinya. Anak dengan ibu perokok, menunjukkan perilaku yang berbeda saat dievaluasi oleh badan peneliti tersebut. Bayi kurang responsif saat dirangsang dengan suara. 

Penelitian lanjutan menyatakan senada. Anak umur sekitar tujuh dan sebelas tahun dari ibu perokok cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan. Perkembangan intelektual juga terlihat lamban saat diajak membaca dan belajar matematika. 

Memang tidak mudah untuk berhenti merokok bagi para pecandu khususnya ibu hamil. Bagi yang beruntung, akan berhenti total saat dirinya mulai mengandung. Bagi mereka, alasan ketidaksehatan bayi akibat rokok lebih menakutkan ketimbang momok penyakit kanker, serangan jantung atau paru-paru bagi diri mereka.

Jika ibu perokok menghentikan kebiasaan buruknya, studi tersebut menyebut hal menggembirakan. Dalam 48 jam setelah berhenti merokok, darahnya membawa 8 persen oksigen lebih banyak ke janin. 

Selepas melahirkan, jika kebiasaan menghisap rokok kambuh, kandungan nikotin dalam rokok akan menurunkan tingkat produksi ASI. Sementara, jika bukan pencandu tapi sebagai perokok pasif karena suami perokok, kandungan nikotin di metabolisme darah bayiakan tinggi. Bagaimana, masih bandel merokok?

Sumber Artikel


Pelayanan

Tautan

RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro 2017 © All Rights Reserved.

TOP