.                               KERJA KERAS, KERJA CERDAS, UTAMAKAN PRIORITAS                                     . .                          APABILA ANDA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN KAMI, SILAKAN HUBUNGI KONTAK EMAIL : rsud@semarangkota.go.id, TELP : 024-6711500 ext 127              .                    SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                                                        RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                   SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                             RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                       SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                          

Perawatan Pasien BBLR dengan Metode Kanguru

17-10-2014 10:41 WIB
Admin

 

Perawatan Metode Kanguru mempunyai pengertian metode perawatan untuk pasien BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) dimana ibu  menggendong bayinya dengan kontak kulit pada posisi vertikal, kepala diantara payudara selama 60menit atau lebih sambil memberikan ASInya. Tujuan metode ini adalah :

  1. Memberikan lingkungan hangat dengan suhu yang sesuai.
  2. Menurunkan resiko infeksi pada neonatus
  3. Menurunkan apnea dan meningkatkan oksigenasi
  4. Mendorong kelekatan dan ikatan emosional orang tua
  5. Meningkatkan berat badan
  6. Memperpendek waktu rawat inap

Metode ini sesuai dengan Standar Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), Mentri Kesehatan RI, 2010. Untuk penerapan di RSUD Kota Semarang ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSUD kota Semarang  nomor : 445/ 194.7/2010.

Adapun prosedur yang dilakukan sebagai berikut :

  1. Dokter dan perawat harus menentukan neonatus mana yang sesuai untuk mendapakan asuhan PMK, dan memberikan informasi yang cukup kepada orang tua tentang rosedur ini
  1. Orang tua menandatangani Inform concent.
  2. Sangat penting diingatkan bahwa setiap orang yang terlibat merasa nyaman.
  3. Pastikan suhu tubuh neonatus harus berada pada 360 C atau lebih
  4. Probe suhu kulit dapat dibiarkan
  5. Lepaskan semua pakaian bayi, kecuali popok dan topi
  6. Sangga bayi dengan kain panjang atau gendongan khusus untuk PMK.
  7. Tempelkan tubuh bayi ke tubuh ibu dengan posisi kepala bayi diantara payudara ibu, muka bayi menghadap kesamping, kepala sedikit ekstensi untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka dan memungkinkan kontak mata antara bayi dengan ibu.
  8. Pinggul bayi harus dalam keadaan fleksi dan bayi berada dalam posisi “kodok”, tangan juga harus fleksi
  9. Setelah posisi sesuai, ikatkan kain agar bayi tidak terlepas dari ibu
  10. Anjurkan ibu untuk memakai baju dengan bukaan depan atau gaun penutup dan memberikan sebanyak mungkin privasi dan ketenangan.
  11. Selama pelaksanaan PMK posisi ibu bisa tiduran sambil memberikan ASI
  12. PMK ini dilakukan minimal selama 60menit atau kontinue.

-------

Jp.


Pelayanan

Tautan

RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro 2017 © All Rights Reserved.

TOP