.                               KERJA KERAS, KERJA CERDAS, UTAMAKAN PRIORITAS                                     . .                          APABILA ANDA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN KAMI, SILAKAN HUBUNGI KONTAK EMAIL : rsud@semarangkota.go.id, TELP : 024-6711500 ext 127, SMS : 0857 9999 4001              .                    SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                                                        RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) VERSI SNARS EDISI 1 DENGAN PREDIKAT PARIPURNA                    SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                                                                Unduh dan Pasang Aplikasi My RSWN dari Play Store dan manfaatkan banyak manfaat didalamnya                                              

BULLYING

12-03-2020 15:36 WIB
Admin

Artikel oleh Emilia Pramagprihatini, S.Psi., Psikolog

Saat ini, bullying sudah tidak asing bagi kita. Bullying kerap terjadi pada kehidupan sehari-hari. Kekerasan yang banyak terjadi pada saat ini ibarat fenomena gunung es yang nampak ke permukaan hanya bagian kecilnya saja. Hal ini akan terus berulang, jika tidak ditangani secara tepat dan berkesinambungan dari akar persoalannya.

Bullying adalah suatu bentuk kekerasan yang dilakukan teman sebaya kepada seseorang yang dianggap lebih ‘rendah’ atau lebih lemah untuk mendapatkan keuntungan atau kepuasan tertentu. Bullying sendiri didefinisikan sebagai tindakan menyakiti secara fisik dan psikis secara tersencana oleh pihak yang merasa lebih berkuasa terhadap yang lemah. Bullying secara sederahan diartikan sebagai penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau kelompok sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tidak berdaya (Suryanto, 2007, h.1 dalam Widiharto, h. 2).

Hasil yang didapat dari Penilaian Siswa Internasional atau OECD Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 mengatakan bahwa Sebanyak 41 persen siswa Indonesia dilaporkan pernah mengalami bullying, setidaknya beberapa kali dalam sebulan.  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sebanyak 107 anak menjadi korban perundungan di sekolah pada 2018 lalu.  

Jenis-Jenis Bullying

1. Bullying fisik

Physical bullying adalah tindakan penindasan yang berkaitan dengan fisik. Tindakan ini dapat memberikan efek jangka pendek dan panjang. Perbuatan yang termasuk tindakan bully fisik seperti:

  • Memukul
  • Menendang
  • Mendorong
  • Mencubit
  • Menyandung
  • Merusak properti

2. Bullying verbal

Verbal bullying adalah perilaku bully yang dilakukan melalui verbal. Umumnya jenis ini tidak berbahaya pada awalnya, tapi jika terus berlanjut dapat memengaruhi korban. Beberapa contohnya seperti:

  • Memanggil nama
  • Menghina
  • Mengejek
  • Ucapan homophobia atau rasis
  • Pelecehan verbal

3. Bullying sosial

Social bullying adalah jenis yang sering kali terselubung. Tindakan ini bisa dilakukan pelaku tanpa harus terlihat oleh korban. Contoh tindakannya seperti:

  • Menyebarkan gosip atau rumor yang tidak benar
  • Melempar lelucon jahat yang melakukan
  • Mengajak orang lain untuk mengucilkan seseorang
  • Memberikan ekspresi atau gestur tubuh yang mengancam atau menghina
  • Meniru dengan tujuan untuk menghina atau meremehkan

4. Cyberbullying

Cyberbullying adalah segala jenis penindasan yang terjadi di dunia maya dan perilakunya seperti:

  • Mengiring email atau pesan tertulis, gambar,dan video yang menyakitkan
  • Mengucilkan seseorang secara online
  • Menyebarkan gossip dan rumor buruk di dunia maya
  • Meniru orang lain atau menggunakan akun orang lain tanpa izin.

 

Cara Mengatasi Bullying

  • Ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya. Ceritakan pada orang tua maupun guru yang memiliki otoritas untuk menindaklanjutinya sehingga tidak sendirian dalam menghadapi bullying.
  • Abaikan dan jauhi pelaku. Penindas akan merasa senang apabila mendapatkan reaksi seperti yang dia inginkan. Tunjukkan pada pelaku bahwa Anda mengabaikan perilakunya dan perlahan mulai menjauh
  • Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Tunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas
  • Bicara pada pelaku. Bicaralah pada pelakubahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan berbahaya.

Bantu teman yang menjadi korban. Jika menyaksikan perilaku bully, jangan diam saja dan cobalah untuk memberi dukungan pada korban atau melaporkan kepada orang tua dan guru.


Pelayanan

Tautan

RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro 2020 © All Rights Reserved.

TOP