.                               KERJA KERAS, KERJA CERDAS, UTAMAKAN PRIORITAS                                     . .                          APABILA ANDA TIDAK PUAS DENGAN PELAYANAN KAMI, SILAKAN HUBUNGI KONTAK EMAIL : rsud@semarangkota.go.id, TELP : 024-6711500 ext 127              .                    SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                                                        RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                   SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                             RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG TELAH TERAKREDITASI OLEH KOMITE AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS) DENGAN STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 TINGKAT PARIPURNA                       SMS CENTER : 0857 - 9999 - 4001                          

Capaian Indikator Asesmen Awal Medis

LAPORAN CAPAIAN INDIKATOR ASSESMEN AWAL MEDIS

 

Asesmen merupakan proses efektif untuk menghasilkan keputusan tentang pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pengobatan lanjutan untuk emergensi, elektif atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah. Proses asesmen pasien adalah proses yang terus menerus dan digunakan pada sebagian besar unit kerja rawat inap dan rawat jalan. Asesmen pasien terdiri atas 3 proses utama :

  1. Mengumpulkan informasi dari data keadaan fisik, psikologis, sosial, dan riwayat kesehatan pasien.
  2. Analisis informasi dan data termasuk hasil laboratorium dan “imajing diagnostic” (radiologi) untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan pasien.
  3. Membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien yang telah diidentifikasi.

Asesmen awal dari seorang pasien, rawat jalan atau rawat inap, sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien dan untuk memulai proses pelayanan. Asesmen awal memberikan informasi untuk :

  1. Memahami pelayanan apa yang dicari pasien
  2. Memilih jenis pelayanan yang terbaik bagi pasien
  3. Menetapkan diagnosis awal
  4. Memahami respon pasien terhadap pengobatan sebelumnya

Berbagai staf yang berkualifikasi memadai dapat terlibat dalam proses asesmen ini. Faktor terpenting adalah bahwa asesmen lengkap dan tersedia bagi mereka yang merawat pasien. Hasil utama asesmen awal pasien adalah untuk memahami kebutuhan pelayanan medis dan pelayanan keperawatan sehingga pelayanan dan pengobatan dapat dimulai.

RSUD Kota Semarang menempatkan asesmen awal medis sebagai indikator mutu kunci area klinis yang pertama. Hal tersebut sesuai dengan akreditasi KARS versi 2012 standar asesmen pasien (AP) elemen 1.4.1 yang menyebutkan bahwa asesmen medis dan keperawatan awal harus selesai dalam waktu 24 jam setelah pasien dirawat atau lebih cepat karena kondisi pasien atau sesuai kebijakan rumah sakit.

Didalam profil indikator yang telah ditetapkan definisi operasional assesmen awal medis adalah asesmen yang telah diisi lengkap oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dan selesai dalam waktu <24 jam pada saat pasien datang dirawat inap, yang meliputi : anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosa kerja, diagnosa banding, penatalaksanaan perencanaan pelayanan serta jam,  tanda tangan dan nama terang DPJP. Tujuannya adalah untuk melihat gambaran  pelayanan dokter dalam pengisian assesmen awal medis. Pencatatan dan pelaporan  indikator dilakukan tiap bulan dengan periode analisis tiap 3 bulan. numerator yang diukur adalah jumlah asesmen awal medis yang lengkap < 24 jam pada pasien baru sedangkan yang menjadi denumerator adalah jumlah pasien baru. Data diambil dengan melihat data rekam medis pasien. Dengan target capain yang digunakan ≥ 80%. Berikut adalah data capaian indikator asesemen awal medis.

 

ANALISA :

Angka kelengkapan pengisian assesmen awal medis pada bulan November 2016 mengalami penurunan sebesar 89% . Meskipun demikian angka tersebut masih diatas standar yang ditentukan. Pada bulan Desember angka tersebut meningkat menjadi 93,2%. Sosialisasi yang terus menerus tentu berpengaruh terhadap kedisplinan DPJP dalam melengkapi asesmen pasien. Tentunya upaya upaya perbaikan dilakukan secara terus menerus sehingga pada bulan berikutnya angka pelaporan tidak menurun. Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki capaian indkator tersebut antara lain dengan selalu melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dokter /petugas untuk melengkapi pengisian assesmen awal medis.


 

Pelayanan

Tautan

RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro 2017 © All Rights Reserved.

TOP